Jumat, 05 Agustus 2011

MESJID JAMI IMANUDDIN BUKTI SEJARAH KESULTANAN GUNUNG TABUR

Mesjid jami Imanuddin atau lebih dikenal warga Kecamatan Gunung Tabur sebagai mesjid RAYA IMANUDDIN ini merupakan saksi sejarah Pemerintahan Kesultanan Gunung Tabur.MESJID ini mulai dibangun zaman Sultan M.Amiruddin yang memerintahpada tahun 1850 s/d 1876, sehingga bangunan yang terbuat dari kayu ulin tersebut diperkirakan sudah ada sejak 1.800 tahun lalu.Di belakang mesjid jami Imanuddin terdapat makam Raja-Raja Gunung Tabur yaitu makam Sultan Amiruddin yang mulai memerintah sejak 1850-1876, Sultan Muhammad Hasanuddin 1876-1882, Sultan Muhammad Siranuddin  1892-1921 kemudian makam Sultan Achmad Maulana Muhammad Khalifatullah pada 1921-1952.Tidak heran, setiap harinya makam tersebut banyak dikunjungi para penjiarah.Baik dari luar kota dan dari dalam kota Tanjung Redeb.Para warga ini biasanya melakukan ziarah pada saat akan memasuki malam jum'at sembari memanjatkan doa doa di beberapa makam raja tersebut.Putri Nural, didampingi Aji Suhaidi, pengelola Keraton Gunung Tabur mengatakan, mesjid tersebut dibangun bersamaan dengan dibangunnya istana kesultanan pada zaman pemerintahan Sultan Aji Pangeran  Raja Muda Si Barakkat di abad 18.Tidak mengherankan jika masyarakat, khususnya kaum muslimin di Berau lebih mengenalnya sebagai Mesjid Berau Kesultanan Gunung Tabur. "Ini saksi Kesultanan Gunung Tabur, hanya kondisinya sekarang mulai rapuh karena dimakan usia. Semoga secepatnya ada pembenahan yang akan dilakukan pemerintah," katanya.
Di dalam Mesjid Jami Imanuddin hanya tersisa tempat adzan terbagi dua tingkat. Biasanya dahulu digunakan adzan dua kali setiap akan melakukan shalat jum'at.Dilakukan di bagian atas dahulu, kemudian di bagian bawah. Selebihnya didalam ruangan tersebut ada beberapa bekas perpustakaan dan tempat imam mesjid.
Pada masa Perang Dunia II, angkatan udara Jepang pernah memborbardir komplek Kesultananan Gunung Tabur. Tidak terkecuali mesjid besar inipun menjadi sasaran pemboman Jepang. Akibat pemboman itu , istana kesultanan mengalami kerusakan berat. Tapi mesjid yang sesungguhnya menjadi sasaran utama mereka, justru hanya mengalami kerusakan kecil. Padahal, menurut orang-orang tua yang menjadi saksi peristiwa itu, bom tepat jatuh diatas kubah mesjid. Ini menjadi sebagian keajaiban dari MESJID BESAR JAMI IMANUDDIN YANG BERADA DI KOMPLEK KERATON GUNUNG TABUR.

1 komentar:

  1. Moga aja bermanfaat bagi kita semua terutama yang membacanya.

    BalasHapus